Octavianus Hartono

Sebagai seorang seniman, seringkali saya mendapatkan pertanyaan mengenai karya-karya awal saya. Bagaimana saya mengawali proses kekaryaan saya? Bagaimana wujudnya? Apa temanya? Bagaimana teknik dan medianya? ..

Sebagian berpikir karya awal sebagai seniman ditandai ketika dia mulai berpameran di ruang publik, sebagian berpikir karya awal adalah coretan-coretan didinding rumah. Nah, bagaimana untuk kali ini kita sepakati dulu bahwa karya adalah karya yang hadir pada ruang publik. Ruang publik disini bukan berarti ruang galeri saja. Lingkungan perumahan pada tingkat RT/RW, dinding sekolahan dan ruang kelas juga merupakan ruang publik.

Lucu memang, karya-karya awal dengan bentukan yang “terlalu” seadanya, polos, naif, dan alakadarnya, membuat saya teringat ketika saya pernah membuatkan poster kampanye pemilihan ketua OSIS ketika SMP. Sotoy banget memang waktu itu, berkarya dan mulai berpolitik ditingkat terkecil. (Hahaha – sekarang sih bahasanya lumayan canggih, tapi dulu mah apa atuh lah, cupu).

Saya membuat beberapa poster, yang ternyata kok sulit ya untuk mengingat poster seperti apa aja. Hehe.. Tapi ada satu nih yang saya ingat, si poster “gagal tayang” dengan media tinta cina diatas kertas dengan gambaran binatang onta (camel).

Poster itu adalah milik salah satu teman saya, sahabat sejak taman kanak-kanak. Namanya adalah Octavianus Hartono, kami memanggilnya dengan panggilan akrab; Octa. Persahabatan kami dimulai sedari TK, SD, SMP, terus berlanjut sampai SMA – karena kami bersekolah ditempat yang sama. Hhahha, banyak banget memang anak-anak yang susah move on dari sekolah itu. Trimulia.

Trimulia highschool

Seingat saya, Octa ini adalah orang yang paling aktif berolahraga, terutama basket, dan sepakbola. Menjauhi konflik, berperan aktif, kecengan beberapa orang (muaha), nakal dan jail sewajarnya, takut akan Tuhan, hidup sehat, teman team pulang siang dari sekolah bareng yang lainnya; Ario, Yohanes, Hera, Ryan, dan Joshua seperti yang ada difoto ini. Hahah!! (Kebetulan aja ini yang terfoto ada 7orang, masih banyak lagi padahal) Hehe..

Setelah lulus SMA, akhirnya kami semua mencar-mencar. Sejak itu, saya sudah mulai jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Octa. Hanya berberapa kali saja kami sempat bertemu ketika reuni-keseringan yang dibuat Sherly (hehe).

Hmppppppp..

Sampai beberapa hari yang lalu, kabar yang saya dapatkan melalui akun FB sungguh mengejutkan. Saya melihat foto Octa terbaring, dan terdapat selang-selang di-mukanya. Oh dear, such a broken hearted picture.. Teman kami, sahabat kami, Octa divonis terkena Guillain Barre Syndrome (GBS). GBS merupakan gangguan sistem imun tubuh yang menyebabkan kerusakan syaraf (syaraf tepi). Jika susunan syaraf tepi rusak maka akan berdampak terjadinya gangguan fungsi sensorik, motorik dan otonomik pada tubuh. GBS beresiko tinggi akan terjadi gagal pernafasan dan gagal jantung.

80% penderita Guillain-Barre Syndrome akan sembuh sempurna walaupun memerlukan waktu beberapa minggu, bulan hingga tahun. Melalui inisiatif sahabatnya Yopie, kami optimis mengumpulan bantuan dan doa untuk kepulihan Octa.

Until today.. Today, We have a different story..

Hari ini Octa menyudahi sakitnya. Hari ini Octa terbebas. Hari ini Octa berpulang kerumah Bapa.

Hari ini saya jadi banyak merenungkan mengenai arti kematian. Mengutip Elizabeth Kubler, “Death is simply a shedding of the physical body like the butterfly shedding its cocoon. It is a transition to a higher state of consciousness where you continue to perceive, to understand, to laugh, and to be able to grow.” Kematian secara fisik pasti akan terjadi, namun, apa itu arti kematian sesungguhnya, saya juga belum tau pasti. Mungkin nanti saya bisa ngobrol-ngobrol lagi sama Octa “diatas” sana, sambil makan bala-bala hangat dan nasi lengko jajanan di kantin kami dulu.

Selamat jalan, sampai ketemu lagi dear Octa.

You were too great to ever be forgotten.

In Memoriam,

Octavianus Hartono

(1984-2015)

The body is just a body,mate.. May your soul rest in peace. 

..

My prayers and sympathy goes to you.

Maradita.

Advertisements